BLOG PERADI
Palembang – Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Palembang Soedarmadji, Rabu, 4 Maret 2020 mengambil sumpah advokat baru anggota Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Palembang di Hotel Aston. Menurut Ketua DPC Peradi Palembang Nurmalah, sebanyak 120 advokat baru dari calon 121 calon advokat mengikuti pelantikan oleh oleh Dewan Pimpinan Nasional (DPN)dilakukan Wakil Ketua Zul Armain Aziz dan pengambilan sumpah oleh Ketua Pengadilan Tinggi Palembang Soedarmadji.

Pelantikan dan pengambilan supmah dihadiri pengurus DPN Peradi diantaranya Wakil ketua Sutrisno, Bendahara Nyana Wangsa dan Wakil Sekretaris Jendral Bun Yani dan Ketua PBH DPN Peradi Togar SM Sijabat.

Ketua Pengadilan Tinggi Palembang Soedarmadji dalam sambutannya mengatakan, “Mahkamah Agung dan lembaga peradilan kini berada pada perubahan zaman, berada dalam era teknologi informasi maka peradilan juga menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. Untuk itu, para advokat juga menyesuaikan diri.”

Soedarmadji mengharapkan, para advokat beradaptasi dengan pembaruan dalam modernisasi. Mahkamah Agung telah menerapkan e-court untuk hukum acara. “Advokat atau pengacara akun yang didaftarkan ke pengadilan untuk beracara.”

Menurut Ketua PT Soedarmadji, saat ini peradilan di Indonesia mulai tingkat pertama sudah meningkatkan pelayanan. Untuk itu para advokat dapat menyesuaikan diri. “Beracara di pengadilan negeri mana pun di lingkungan Pengadilan Tinggi Palembang seluruh permohonan dan gugatan perdata didahulukan melalui e-court,” katanya.

Pada bagian lain sambutannya Ketua PT Palembang mengajak para advokat sebagai sesama penegak hukum untuk sama-sama meniadakan KKN dan mafia hukum atau mafia peradilan. 

“Dalam menegakkan hukum sangat dilarang KKN dan Mahkamah Agung berkomitmen memberantas mafia peradilan. Advokat diminta melaporkan kalau ada mafia peradilan. Mahkamah Agung dan Pengadilan Tinggi menginginkan institusi yang bersih dari KKN dan mafia peradilan,” pesannya.

Soedarmadji juga mengingatkan para advokat yang baru diambil sumpah untuk memperhatikan dan meningkatan kualitas etika dalam persidangan. “Jangan ada nuansa arogansi karena akan menurunkan harkat dan martabat siapa yang melakukan,” pesan Ketua PT Palembang. (ARA)